Chapter 0 : Prolog

 Chonghua pernah melahirkan dua jenderal muda dan menjanjikan yang berbeda seperti Jing dan Wei ,mereka sangat berbeda bagai air dan api.

Yang bagaikan air itu bernama Mo Xi. Seorang bujangan seumur hidup, ia memiliki temperamen dingin dan aura pertapa. Tentara memiliki kolam taruhan mengenai kapan Jenderal Mo akan mengorbankan kesuciannya, dan itu telah lama berkembang menjadi kekayaan yang bisa membuat pengemis mana pun kaya dalam semalam. Mo Xi tetap menjadi fondasi kekuatan Chonghua.

Yang bagaikan api itu bernama Gu Mang. Seorang pria sejati, ia memiliki kepribadian yang hangat dan sering tersenyum. Jika ia berutang sekarung gaji tentara untuk setiap gadis yang diciumnya, ia pasti sudah kehilangan semua yang dimilikinya sejak lama, bahkan pakaian yang dikenakannya. Kemudian, Gu Mang meninggalkan Chonghua dan menjadi komandan bagi negara musuh.

Sebelum Gu Mang menjadi pengkhianat, suatu hari ia tiba-tiba dirasuki oleh keinginan yang aneh. Ia meraih sebuah buklet kecil berisi tulisannya sendiri, lalu berlari meminta Mo Xi menambahkan beberapa kata.

Tangan Jenderal Mo penuh dengan dokumen militer saat itu, jadi dia hanya bertanya kepada Jenderal Gu, "Apa isinya?"

"Berbagai macam hal," kata Gu Mang riang. "Makanan enak, pengalaman menarik, catatan perjalanan, katalog senjata, dan hal-hal sepele dalam hidup."

Mo Xi menerima buklet itu, mengambil kuasnya, dan mencelupkannya ke dalam tinta untuk memberikan komentarnya.

“Aku juga menulis tentangmu,” tambah Gu Mang sambil tersenyum.

Tangan Mo Xi berhenti bergerak saat dia menatap Gu Mang. “…Bagaimana denganku?”

“Aku menulis sedikit tentang masa lalu kita,” jawab Gu Mang dengan sungguh-sungguh.

Mo Xi terdiam. Setelah menatap Gu Mang sejenak, ia menurunkan bulu matanya yang panjang dan tanpa ekspresi menuliskan dua baris tulisan formal yang tajam dan dingin di halaman pertama.

Buku ini dilarang. Pelanggarnya akan dihukum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chapter 1

Chapter 1

Chapter 120: This Oath in Life and Death