1. Cold Land
Rensley belum pernah merasakan angin dingin sejak lahir. Dalam lagu-lagu penyair dan buku-buku yang ditinggalkan oleh para sastrawan, ungkapan "angin yang menusuk tulang" terkadang muncul, tetapi itu hanyalah tinta di atas kertas. Angin selalu menjadi sahabat terdekat Rensley. Setelah latihan pedang yang berat, angin adalah sentuhan menyegarkan yang mendinginkan keringat dan menyapu rambut. Saat membaca buku di sudut perpustakaan dengan jendela terbuka, angin adalah teman yang nakal, membalik-balik halaman dan kabur. Angin adalah teman yang menemaninya saat berkelana di tepi sungai atau melalui hutan, berlari bersama dalam perlombaan dadakan. Di masa mudanya, angin terasa lebih akrab. Di saat-saat harus menanggung ejekan atau omelan, angin bagaikan saudara yang dengan lembut menyeka air mata yang mengalir tak terkendali. Di loteng yang gelap, terperangkap karena sengatan lebah, angin bagaikan teman yang memastikan dia tidak sendirian. Berlari di tepi sungai atau menembus hut...